Macam-macam Investasi yang Tren di Indonesia

Macam-macam Investasi yang Tren di Indonesia – Investasi sekarang ini sebuah keperluan untuk capai kemapanan keuangan di hari esok. Akan tetapi, tentu saja investasi harus disamakan dengan arah keuangan dan profile resiko investor.

Beberapa instrumen investasi seperti saham, deposito, reksadana, emas, property, dan obligasi ialah beberapa instrumen investasi yang memikat sekarang ini. Tetapi, bila instrumen investasi tidak disamakan dengan keperluan dan keadaan keuangan, karena itu tentu saja tidak memperoleh imbal hasil yang diharapkan.

Menurut Investment Dimas Ardhinugraha, menabung (saving) mempunyai ketidaksamaan dengan investasi. Ia ngomong, saat ini untuk capai kemapanan keuangan bukan hanya dapat dilaksanakan dengan menabung, ingat inflasi yang naik terus dapat menggerus tabungan atau asset yang dipunyai.

Investasi mempunyai karakter meningkatkan dana atau asset yang dipunyai, berlainan dengan tabungan yang karakternya sekedar hanya simpan saja. Di lain sisi, menabung lebih ke keperluan keuangan yang liquid, sementara investasi lebih ke arah periode panjang yang ditarget.

“Zaman saat ini nabung saja itu masih kurang, jika kita berbicara hidup itu tidak adil karena secara keuangan ada yang namannya inflasi. Di mana, inflasi atau peningkatan harga barang ini selalu naik, dan tanpa kita ketahui inflasi dapat menggerus kekayaan kita,” terang ia dalam virtual pertemuan Selasa (16/3/2021).

Menurutnya, ada banyak instrumen investasi yang lumayan menarik sekarang ini. Tetapi tentu saja investor harus memerhatikan, profile resiko, keperluan, dan arah hari esok. Berikut sejumlah instrumen investasi yang menjadi opsi:

 

Memulai Bisnis Kuliner

Cari Pabrik Maklon Kosmetik dan Skincare Terbaik? Cek Disini

 

Deposito sebagai salah satunya instrumen investasi yang telah terjaga di LPS. Kecuali aman, beberapa instrument investasi yang konvensional, deposito memberi suku bunga yang tidak begitu agresif ke nasabanya. Kecuali, itu dana yang ditaruh pun tidak likuid atau mungkin tidak dapat dipakai setiap saat.

“Deposito itu tidak fleksibel, karena dana dikuci sepanjang tiga bulan atau sekian tahun. Apabila dana itu dicairkan saat sebelum jatuh termin bakal ada finalti atau bunga yang tidak dapat diambil,” kata Dimas.

 

Property

Sekarang ini keperluan akan property semakin meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah komunitas dan tingkat kesejahteraan yang makin baik. Dengan begitu tempatkan investasi pada fragmen property lumayan menarik.

Tetapi, kecuali property harga mahal, asset berbentuk property pun tidak likuid karena harga yang mahal tentu saja tidak seluruhnya orang sanggup beli property. Sementara bila investor memerlukan dana setiap saat, mengagunkan property tentu saja tidak mengoptimalkan keuntungan.

“Property perlu ongkos tahunan, walau perkembangan keuntungan property menarik, tetapi ini bukan asset yang dapat dipasarkan dalam waktu pendek (5 tahun misalnya),” katanya.

Emas

Emas menjadi fasilitas investasi yang lumayan menarik sekarang ini. Kecuali trend emas digital yang mempermudah investasi dari nominal paling kecil, emas termasuk asset yang likuid sebab bisa di membeli dan dipasarkan kapan saja.

Simak juga: Bekas Bos The Fed Peringatkan Teror Krisis ASMeskipun dipandang seperti asset safe heaven, emas kenyataannya mempunyai fluktuasi harga. Fluktuasi harga emas muncul karena jumlah produksi yang terbatas, sementara permohonannya semakin meningkat.

Sekarang ini, orang condong jadikan emas sebagai salah satunya instrumen penganekaragaman investasi. Emas pas untuk tersimpan dalam periode panjang, dan minim terkikis inflasi.

Reksadana

Reksadana sebagai salah satunya produk yang underlying asetnya dapat berbentuk saham, obligasi, atau deposito. Dana pelanggan yang digabungkan oleh manager investasi eksper dan nanti akan ditempatkan dalam instrumen investasi sesuai tipe reksadana yang diputuskan.

Melakukan investasi di reksadana gampang karena investor tak perlu terjun langsung mengawasi investasinya. Investasi telah diserahkan ke fund manajer. Di lain sisi, nominal dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar, hingga dapat dilaksanakan oleh siapa.

 

Baca juga: Tips Membuat Ide Bisnis di Masa Pandemi

 

“Reksadana menjadi jembatan untuk yang ingin nikmati investasi di pasar modal (misalkan) dan tidak paham bagaimanakah cara lakukan research dan analisis. Ini ialah instrument invstasi yang menyatukan funding dan mengumpulkan dana dari banyak investor dan dana ini akan didistribusikan ke bermacam instrumen,” kata Dimas.

Ia ngomong, nanti nasabah akan mendapatkan imbal hasil atau keuntungan dari dana bergotong-royong itu. Di lain sisi investasi reksadana cukup likuid, aman, dipantau OJK dan bebas pajak.

Obligasi atau surat hutang yang dikeluarkan pemerintahan atau perusahaan masih memikat buat investasi periode panjang. Apa lagi, keuntungannya akan diberi tiap bulan atau tahun lewat coupon. Namun, dananya tidak likuid dan mempunyai fluktuasi harga.

Disamping itu, dana yang disetorkan untuk investasi berbentuk obligasi cukup dapat dijangkau. Menurut Dimas, obligasi benar-benar pas untuk investor yang profile resikonya ke arah pada resiko moderat. Karena, secara valuasi tidak seagresif saham tetapi return-nya menarik.

Saham

Investasi saham sebagai salah satunya instrumen investasi yang high risk atau tinggi resiko. Ini ingat fluktuasi di pasar saham yang terjadi tiap hari akan memengaruhi imbal dari hasil saham yang dipunyai.

Di lain sisi, dalam melakukan investasi saham tentu saja dapat memberi return yang paling agresif dan menarik antara instrumen investasi yang lain. Investor perlu mengawasi gerakan harga saham, keadaan perusahaan, dan sentimen yang ada.

 

Baca juga: Hindari Kebiasaan Buruk Akibat Kulit Wajah Gatal

 

“Saham mempunyai tingkat resiko salah satunya tertinggi karena ada fluktuasi harian dan kita tidak paham bagaimana performnce pasar saham di dalam 1-2 tahun di depan dan ini susah diperdiksi riset. Tetapi keuntungannya kecuali dari segi return dana yang penting dikeluarkan relatif dapat dijangkau bergantung saham apa yang ingin dibeli,” sebut ia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *